Santri Suryalaya berjamaah di Masjid Kholwat Kalisapu Cirebon

Para Santri dan Mudarris bersama Kyai Munawar ( atas-tengah) di Masjid Kholwat
Suryalaya, Kamis (1/12). Hari pertama di bulan Desember 2016 atau trennya ditulis 112 bertepatan dengan tanggal 1 Rabiul Awwal 1438 H., 170 santri termasuk mudarris Pengajian Tradisional Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya melaksanakan ziarah ke Cirebon Jawa Barat.

Para peserta ziarah bertolak dari Pondok sekitar pukul 07.00 WIB setelahnya ngaras/sowan hendak meminta doa restu kepada keluarga Pesantren di Madrasah. Berziarah pun tak terlewatkan meski dilaksanakan H -1 ke makam Guru Mursyid TQN Suryalaya Almukarrom Abah Sepuh dan Abah Anom di Puncak Suryalaya.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin taunan yang diselenggarakan oleh Pengurus Pengajian Tradisional YSB Pontren Suryalaya. Salah satu tujuannya adalah upaya tarbiyah untuk para santri sekaligus dalam upaya mengamalkan, mengamankan, dan melestarikan ajaran TQN Pontren Suryalaya. Karena kegiatan seperti ini telah dicontohkan oleh Pangersa Abah Anom". Tutur ustad Dudin Samsudin, S.Kom.I. selaku ketua pelaksana kegiatan.

Setelah memakan waktu kurang lebih tiga jam, para peserta ziarah tiba di Komplek makam Sunan Gunung Jati. Didukung cuaca yang cerah ziarah pun dilaksanakan dengan khusyu, terlebih kondisi Makam Waliyullah Raden Syarif Hidayatullah itu tak terlalu ramai dengan para peziarah waktu itu. Tak lama berselang, usai dari Sunan Gunung Jati langsung menuju ke Makam Syaikhu Al-Mukarrom Syaikh Tolhah bin Thalabuddin beberapa ratus meter ke arah utara. Alhamdulillah, akses menuju makam Syaikh Tolhah tampak terus diperbaiki, sepertinya jalan tersebut belum lama selesai perbaikan, terlihat dari bahan bangunan yang baru selesai dipasang.

Beberapa saat menjelang waktu dzuhur, dari Makam Mursyid TQN ke 35 itu, langsung menuju ke Masjid Khalwat. Perjalanan tak terlalu lama, karena waktu tempuh cukup dengan 10 menit saja. Setibanya di Masjid Khalwat – Kalisapu, dengan dibimbing langsung oleh Kepala Pengajian Tradisional, Ustadz M. Acep A. Rijallulloh, S.Kom.I., para Santri melaksanakan shalat berjamaah Dzuhur & Asar (jama’ qashar).

Para Santri berfoto di depan gerbang menuju Masjid Kholwat


Selanjutnya dengan dipandu oleh Waka. Kesantrian Ustadz Irfan Abadi, S.Pd.I, selain mendapatkan asupan makanan bagi perut keroncongan, di Masjid ini para peserta ziarah pun mendapatkan asupan ilmu seputar sejarah Masjid Khalwat.

Masjid Kholwat Kalisapu Cirebon (tampak depan)
Masjid kholwat ini pada awalnya bukan masjid tetapi merupakan sebuah tempat berkholwat. Tempat ini dijadikan sebagai tempat berkholwat ketika syaikh Tolhah menggembleng para muridnya, diantaranya adalah Syaikh Abdullah Mubarok Bin Noor Muhammad alias Abah Sepuh.

Asalnya tempat ini tidak terlalu besar, namun ukurannya kecil dan terdapat beberapa piring yang menempel di dinding seperti halnya di Makam Sunan Gunung Jati.

Setelah selang beberapa waktu, tempat ini direhab total oleh Syaikh Ahmad Shahibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom) pada tahun 1977. tempatnya diperlebar hingga menjadi Masjid.

“Sebelum direhab, tempat ini awalnya memang sudah menjadi masjid. Namun pada saat itu tempat ini menjadi perselisihan di antara penduduk setempat, dengan alasan ‘Di sana sudah ada masjid, kenapa harus ada masjid lagi?’ Dengan kondisi saat itu, masjid ini sempat tidak dipakai seperti laiknya masjid yang lain, hanya seperti mushalla biasa. Tetapi dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, akhirnya tempat ini dijadikan masjid. Sampai sekarang dinamakan MASJID KHALWAT”. Ungkap Kyai Munawar selaku Sesepuh Ikhwan TQN Pontren Suryalaya di daerah Kalisapu.

Kyai Munawar menyampaikan pula bahwa Masjid ini masih membawa barokah. Terlebih saat Pangersa Abah Anom masih jumeneng. “Beliau tiap tahun tetap datang ke sini minimalnya satu tahun satu kali” tegas Kyai Munawar.

Di penghujung sambutannya, Pimpinan Pesantren Tahfidz Quran di itu menyampaikan beberapa harapan, diantaranya; agar terus menyambungkan sillaturahim antara ikhwan Suryalaya, mengharapkan masjid khalwat ini bisa terbuka dan ramai kembali seperti halnya zaman Abah Sepuh, dan dari pertemuan ini beliau berharap menjadi jalan lantaran sehingga masjid khalwat ini bisa terbuka ramai dengan orang-orang yang berdzikir kepada Allah swt.

Setelah acara di masjid selesai, rombongan sebanyak tiga bis ini berpamitan dengan para pengurus Masjid Khalwat dan Sesepuh ikhwan di Desa Kalisapu. Selanjutnya langsung menuju Suryalaya setelahnya singgah sesaat di pantai Kejawanan dekat pelabuhan Cirebon. Alhamdulillah sampai kembali di Patapan Suryalaya dengan selamat.

Kamaludin Koswara
Previous
Next Post »