Tadzkirat al Awliya (ke-4) Abah Anom dan Inabah "Inabah itu bukan hanya untuk korban Narkoba"

Berikut ini adalah diantara manaqib Syaikh Ahmad Shahibulwafa Tajul Arifin ra. (Abah Anom) dengan Pondok Remaja INABAH yang didirikannya. 


UNTUK SIAPAKAH INABAH ITU?

Pukul 06.00 begitu turun dari Bis Merdeka di Terminal Cilembang Tasikmalaya, sejumlah tukang ojeg mendekat,

"Mau kemana Cep ?"

"Mau istirahat dulu di pangkalan Emang-emang, sebelum perjalanan lagi..

"Memang Encep mau kemana ?

"Mau ke Pontren Suryalaya"

"Oh ... ke Inabah ?

"Tidak..., ke Pontren Suryalaya

"Ya Pontren Suryalaya - Inabah sama saja . Ohhhh., mohon maaf ya Cep, Encep mau ngapain ke Suryalaya, memang ... ini mohon maaf.,... Encep kena narkoba ?"

"Iya.....

"Punten... Saya tidak melihat Encep seperti pengidap narkoba ....

"Memangnya seperti apa tampang pengidap narkoba, Kang ?

"Mata sayu... badan lemas ... Sedangkan Encep mah, mata beringas, badan meski kecil lincah, suara keras..

"Itu mah belum seberapa, saya terkena narkoba jiwa....

"Seperti apa itu narkoba jiwa, Cep ?

"Emang tahu sakau ?

"Tahu lah Emang ge . Sakau teh itu seperti yang kekelepekan menggigil badan saat ketagihan...

"Nah saya sering terkena Sakau. Sakau saat ada orang yang memberikan penilaian negatif, mengkritik, memberikan masukan yg baik, menghina, melecehkan, menzalimi.

"Atuh emang juga sering ngalamin yg begituan mah...

"Selain itu saya juga sering sakau karena berharap ada pujian saat saya melakukan hal yang menurut saya baik, makin dinantikan ...makin tiada ...

"Eta mah , emang juga ngalamin


Usai ngobrol singkat dengan Tukang Ojeg, Saya naik Angkot menuju Indihiang. Lalu naik mobil Colt L200 yang diomprengkan menuju Panjalu. Di Warudoyong, Desa Sindangherang, Kecamatan Panumbangan saya berhenti lalu berjalan kaki menuju arah barat 200 meter, jumpai batas Kabupaten berupa jembatan yang melintasi Sungai Citanduy, dan saya melihat gapura Pondok Pesantren Suryalaya di sebelah kanan. Saya menyusuri jalan yang lengang sekitar 300 meter hingga tiba di Gapura Pondok Pesantren Suryalaya.

Di sebelah kiri ada bangunan tua rumah gaya zaman Belanda dengan teras di depannya ada dinding setinggi lutut untuk duduk-duduk. Di sebelah kanan, ada bangunan dua tingkat dengan lantai dua berlantai kayu. Di lantai dasar saya melihat ada Kori (pintu dengan dua daun pintu) dan di atasnya melekat di tembok ada tulisan "Miftah at Thoriqat Al Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah". Pembuka Toriqat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyah.

Seorang berbaju batik lusuh dengan kulit keriput melihat saya yang tengok kiri tengok kanan.
"Mau kemana Cep?

"Mau berjumpa dengan Abah Anom 

"Untuk keperluan apa?

"Penelitian, saya mau mengantarkan Surat Ijin Penelitian dari Sospol Provinsi Jabar dan Sospol Pemda Kabupaten Tasikmalaya

"Oh.. mangga, saya antarkan berjumpa dengan Pangersa Abah

... itulah momen pertama saya berjumpa dengan Abah, sosok yang menurut Kakek saya, Mama Ajengan Afandi yang usianya hampir sama , "Ajengan Godebag itu Santun, Penyayang, Ramah dan berada di dekatnya meski tanpa bicara diri terasa tenang" . Abah menyambut saya, mempersilakan saya duduk di dekatnya, menerima surat rekomendasi penelitian, dan bercerita.

"Sekitar akhir tujuhpuluhan Abah didatangi pejabat dari Jakarta, ia membawa anaknya yang nakal dan menjadi pecandu narkotika. Abah mengatakan padanya 'Abah ini nggak punya keahlian mengenai ini'. Pejabat itu berkata 'Saya sangat percaya bahwa Abah memiliki jalan keluar terhadap masalah keluarga kami ini'. Di sini mah pesantren. Yang dilakukan Abah di sini adalah Abah belajar beribadah. Abah akan ajak anakmu bersama Abah belajar beribadah"

Saya menyimak penjelasannya tentang Panti Remaja Inabah yang hanya merupakan bagian dari bakti Pontren Suryalaya. Pontren Suryalaya melingkupi Panti Inabah dan beragam bakti berupa pendidikan, kemasyarakatan, perempuan, kesehatan, keterampilan dan kepemudaan. Pondok Panti Remaja ini dinamakan Inabah yang berarti Orang-orang yang bertaubat. Orang-orang yang kembali menuju kepada Allah.

Metode yang digunakan di Panti Remaja Inabah adalah "IBADAH" yang merupakan "Riyadhoh", Latihan Spiritual para pengamal tashawuf TQN Pondok Pesantren Suryalaya.

IBADAH itu berupa:
1. Dinihari sekitar jam 02.00 bangun tidur, doa bangun tidur, lalu mandi Tawbat
2. Shalat syukrul wudhu (2), Tahiyyatul masjid(2), Taubat (2), Tahajjud (12), Tasbih (4), Witir (3-11)
3. Menjelang Subuh, Shalat Sunat Subuh (2), Lidaf'il Bala'i (2), Subuh (2), Dzikir minimal 165 kali
4. Usai matahari terbit, Shalat Isroq (2), Isti'adah (2), Istikhoroh (2)
5. Saat duha, Shalat Duha (2-8), Kifaratol Bawli (2)
6. Saat waktu dzuhur, Shalat : Qobliyah Dzuhur (2), Dzuhur (4), Dzikir minimal 165 kali, Shalat Ba'da Dzuhur
7. Saat waktu Ashar, Shalat : Sunat Ashar (2), Ashar (4), Dzikir minimaln165 kali
8. Saat waktu Maghrib, Shalat : Sunat Qobla Maghrib (2), Maghrib (3), Dzikir minimal 165 kali, Shalat : Sunnat Bada Maghrib (2), Awwabin (2-6), Tawbat (2), Birrulwalidayn (2), lihifdil iman (2), Lisyukri nikmat (2)
9. Saat waktu Isya, Shalat : Qobla Isya (2), Isya (4), Ba'da Isya (2), Dzikir minimal 165 kali
10. Sekitar pukul 21.30, Shalat Sunnat : Syukrul Wudhu (2), Muthlaq (2-4), Istikhoroh (2), Hajat (2)
11. Sebelum Tidur, sambil badan dimiringkan ke kaban , tangan diletakkan di bawah pipi berDoa mau tidur, lalu berdzikir "Ya Latif" hingga tertidur.
12. Do'a sebelum makan dan sesudah makan, Adab sopan santun bergaul Menyampaikan Salam dan Menjawab Salam.

Jumlah rokaat seluruh shalat baik Fardu maupun Sunnat antara 86 - 106

"Suatu kali saya, dipanggil pangersa Abah untuk membangun Pondok Panti Remaja Inabah di kampung saya, Banjarsari" kata KH Drs. Otong Sidiq Djajawisastra, Wakil Talqin TQN pondok Pesantren Suryalaya, Dosen di Jurusan Sastra Sunda Unpad
"Saya penuhi tugas Abah dan membangun Pondok Panti Remaja Inabah . Akan tetapi usai dibangun, belum ada juga klien yang datang, dan saya pun ke Suryalaya mengadu kepada Abah.

'Abah, Pondok Panti Remaja Inabah sudah saya bangun, tapi sudah lama belum ada juga klien, apa yang harus saya lakukan ? '

'Inabah itu bukan hanya untuk klien pengidap narkoba. Abah menugaskan kyai membangun pondok panti remaja inabah justru untuk Kyai. Agar Kyai berriyadhoh selalu. Agar kyai mampu membersihkan keburukan dzohir bathin, Agar Kyai memperoleh kebaikan Dzohir bathin'

Seorang Kandidat Doktor yang di tahun 90an pernah menjadi Pembina Inabah bercerita
"Suatu kali saya dipanggil Abah. 

'Cep, Abah titipkan beberapa anak pecandu narkoba kepadamu, dan kamu yang menjadi pembinanya. Ingat "Inabah" itu bukan untuk mereka saja. "Inabah" itu terutama untukmu. Kamulah yg perlu terlebih dahulu "Inabah" sebelum kamu membina para pecandu narkoba untuk "Inabah".

Ketika saya berkunjung ke sebuah Pondok Panti Remaja Inabah di Sukahening, saya berjumpa dengan Pimpinan panti yang telah memperoleh ragam penghargaan dari pemerintah,
"Saya pernah mendapatkan teguran dari Abah,

'Ajengan.... Anda itu bukan Manager Inabah. Anda itu Pembina Inabah. Sebagai Manager, abda bisa saja mengalihtugaskan pembinaan kepada orang lain. Sebagai Pembina Inabah, Anda perlu melakukannya sendiri. Inabah itu untuk Anda. Inabah itu bermula pada diri Anda. Barulah Inabah itu terjadi pada mereka' ".

Saat ini kebih dari 25 tahun dari pertama kali saya ke Suryalaya. Teringat kembali obrolan dengan Tukang Ojeg di Cilembang. Telisik diri, rupanya isi dialog dengan tukang ojeg masih berlaku. Saya pun perlu ber "Inabah".


Oleh: Drs. Asep Haerul Gani, Psikolog
sumber: 
https://www.facebook.com/asephaerulgani?pnref=story
Previous
Next Post »